27 Januari 2015,
Wisma Bougenvile, jalan Sulaiman, Slipi,
Jakarta Barat
-00.59 WIB-
tulisan ini dibuat tepat pukul 00.59 WIB saat penghuni kosan Wisma Bougenvile sudah terlelap, dan hanya sebagaian aku rasa yang masih membuka matanya.
malam ini tidak begitu dingin, tidak seperti malam-malam sebelumnya yang didera hujan cukup deras setiap hari, dari malam hingga malam lagi.
tulisan inipun dibuat, setelah aku menyelesaikan tugas kantor yang diberikan oleh senior. belum selesai memang, tapi aku cukupkan untuk menyudahinya karena laporan yang diberikan masih belum audited, membuat... yah masih bisa dimaklumi jika tidak diselesaikan.
hampir setiap pagi dari kosan ke kantor aku selalu berjalan kaki, cukup 15 menit waktu yang dibutuhkan. setiap harinya, aku seringkali bertemu di jalan dengan pria jangkung kurus yang selalu rapi seperti tampilan karyawan pada umumnya. pria ini tampan, iya tampan. ditunjang dengan postur yang tinggi dan kulit putih yang cukup jarang dimiliki oleh masyarakat indonesia.
awalnya aku tidak terlalu mempedulikan pria tersebut, namun lambat laun ada hal yang membuatku memperhatikannya.
jika ada yang mengatakan: "kesempurnaan hanya milik Tuhan"
maka, perkataan tersebut benar adanya.
pria ini memiliki kekurangan yang membuatku bersyukur dengan keadaanku. jika banyak orang-orang yang tidak puas dengan apa yang diberikan Tuhan, maka bersyukurlah. menurutku, apa yang telah Tuhan berikan kepada dirimu sudah yang paling sempurna untuk kalian.
pria ini memiliki kelainan pada bagian leher dan tangganya. dengan penampilan yang setiap harinya seperti karyawan, aku bahagia jika memang dia bekerja. aku bahagia dengan kantor yang berani untuk memperkerjakan dirinya, dengan lingkungan di kantornya yang semoga saja selalu baik dan tidak meremehkan dirinya.
pria ini membuatku bersyukur, dan menyadarkanku akan banyak hal tentang arti dari bersyukur.
namun, di dunia banyak manusia yang tidak puas dengan apa yang dimiliki. pemikiran seperti itu boleh saja mampir ke benak kalian asalkan sesaat.
teruntuk kalian yang tidak pernah puas dengan apa yang dipunya, teruntuk kalian yang selalu merasa tidak percaya diri dengan kekurangan yang dimiliki, percayalah bahwa masih banyak "orang-orang" di luar sana yang iri akan kelebihan, yang tidak sempat terpikirkan oleh kalian bahwa kelebihan setiap orang itu ada.
bersyukurlah dengan apa yang kalian miliki. bersyukurlah dengan apa yang kalian dapat.
-tulisan ini baru sempat terposting pada 12 Mei 2015 pukul 16.15 WIB di jalan Raya Kranggan, Bekasi Jawa Barat-
secret of life
because life is always full of secrets..
Selasa, 12 Mei 2015
Selasa, 02 September 2014
disebutnya, kalut
postingan ini aku buat setelah cukup lama, sekitar 2 bulan lebih engga ngeblog. kangen? iya pasti, udah lama ga curahin isi hati dan pikiran di sini. judul postingan kali ini tentang kerjaan, tentu karena aku sudah bekerja sekarang. pekerjaanku ini... ah sudahlah, banyak yang berpikir wanita yang memilih sampai akhir atau hanya sekedar mencoba pun, dinilai oleh orang-orang disekitar pasti pekerjaan ini dibilang keren :D.
postingan kali ini bukan berisi curahanku tentang kerjaan secara spesifik ya hehe.
namun,
yuk mari dibahas.
kalo impianmu ternyata ga bisa kamu lakuin sampai akhir hayat bagaimana?
pasti banyak orang di luar sana, termasuk kamu yang lagi baca postingan ini merasakan hal itu. kamu yang mau jadi polisi tapi kehambat kesehatan atau faktor tinggi badan atau kamu yang berjenis kelamin wanita yang sudah jadi diplomat tapi harus mundur karena ikut suami yang menjadi presiden misalnya.....
bener ga sih? ketika impian-impianmu itu harus kamu lepas secara perlahan untuk sesuatu hal yang mendesak atau bisa dikatakan pilihan hidup yang harus dipilih?
mungkin kamu sadar, sewaktu kamu memilih dan melamar posisi tersebut di instansi dan kamu berhasil dipilih dari sekian ribu kandidat, kamu bangga karena bisa melewatinya. tapi, saat itupun kamu sadar kalo ternyata pekerjaan yang kamu pilih memang engga bisa selamanya kamu pegang :)
mungkin dulu kamu berpikir: "gue akan tetep jadi ..... walaupun gue tau ga bakal selamanya dikerjaan itu, karena kan gue bakal punya suami dan anak nanti yang bakal gue urus" atau "gue akan tetep jadi .... biar cuma beberapa bulan atau cuma setahun dua tahun, at least gue udah pernah ngerasain jadinya engga penasaran lagi"
is it true? :)
saat kamu sudah memilih untuk melepaskan pekerjaanmu dan mencoba mencari pekerjaan lain yang mendukung posisimu saat ini, mungkin kamu akan merasa kalut. apakah akan menyesal? belum lagi ketika kamu mau melepas, eh ada teman-temanmu yang malah melamar diposisi tersebut di instansi tempatmu bekerja dulu. hehehe rasanya tuh kayak semacem ada ungkapan ke muka kamu: "hayo nyesel ga resign dari sana? teman lo padahal lg interview di kantor lo kemarin"
belum lagi pas kamu mau resign, kamu cerita ke beberapa teman, eh beberapa dari mereka malah seperti engga mendukung kamu. gimana tuh rasanya? kayak kena hanteman kalo kata aku. belum lagi dengan ucapan yang ga begitu mengenakkan. seperti mereka ga yakin kalo kamu bisa dengan cepat dapet pekerjaan lainnya, padahal kan rejeki Allah yang ngatur, semua ada di Allah, kenapa mereka yang sewot ya heheeh..
buat kamu yang lagi baca postingan ini atau kamu merasakan ada hal serupa yang isinya sama dengan realitas hidupmu, aku sarankan pikirkan baik-baik tujuanmu untuk hidup dan bekerja, lihat sisi positif dan negatifnya seperti apa. kalo ada orang disekitarmu yang begitu, coba pikirkan kembali ucapan mereka, apakah mereka akan menanggung dan peduli ketika kamu sakit atau kenapa-kenapa jika masih bertahan dengan pekerjaan tersebut?
it's your life, your job, your destiny :)
Selasa, 24 Juni 2014
dengan berjilbab dan berkerudung, apa yg kamu dapat? :)
obrolan suatu malam diaplikasi chatting bernama whatsapp (wa) dengan salah seorang sahabat membuatku berpikir sejenak. sebuah pernyataan dari dia membuat hatiku terketuk:
"ntar kalo gue udah kerja dan kerjaan gue bagus, Insyaallah gue bakalan pake jilbab kok wit, tenang aja ya, doain :)"
"iya mbaknya pasti aku doain kok"
"soalnya gue ga mau nanggung pake jilbabnya, yg lepas pake lepas pake atau yg jilbabnya nanggung ga sesuai aturan dalam Islam. gue mau ketika gue berjilbab nanti ya jilbab gue bener-bener sesuai dengan jilbab yg diatur diagama."
seketika itu juga hatiku terketuk dan terharu mendengar pernyataannya. berjilbab dengan sungguh-sungguh tanpa berjilbab yg mengikuti trend mode seperti sekarang ini yg sedang menjamur dimana-mana. ya, aku langsung memikirkan diriku sendiri. ah ya sebelumnya mohon maaf, aku lupa menjelaskan sedikit yg aku tau tentang jilbab dan kerudung. bagi sebagian orang, mungkin bingung dengan judul tulisan ini. masyarakat awam sepertiku mungkin mengenal jilbab dan kerudung itu sama, padahal memiliki definisi yg berbeda. seperti yg aku tau dari berbagai ceramah dan buku-buku Islam yg telah aku baca. pada definisi jilbab dan kerudung kali ini aku mengambil dari sebuah website agar mempermudah bagi yang membacanya: http://pedulijilbab.com/2013/03/beda-hijab-jilbab-khimar-kerudung/
dari penjelasan mengenai jilbab dan kerudung pada link tersebut, dapat dikatakan bahwa jilbab merupakan pakaian longgar yang menutupi seluruh tubuh perempuan dari atas sampai bawah (QS. Al Ahzab (33) ayat 59). Al Qurthuby mengatakan jilbab adalah pakaian yang menutupi seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. sedangkan kerudung adalah apa yang menutupi kepala, leher, dada, tanpa menutupi muka (Al-Baghdadiy: 1991). dari penjelasan tersebut dapat dipahami bahwa jilbab adalah pakaian longgar yang menutupi anggota tubuh sedangkan kerudung adalah kain yang menutupi kepala, leher dan dada. pakaian yang dipakai wanita berkerudung adalah jilbab, dan kain yg selama ini menutupi kepala sampai dada adalah kerudung. cukup jelas bukan? :)
kembali mengenai topik pembicaraanku dengan sahabatku di atas. dahulu, aku berpikir bahwa akan memakai jilbab dan kerudung nanti saja setelah dewasa, paling tidak sewaktu kerja atau berumah tangga. pemikiranku saat itu sama dengan sahabatku ini. akan tetapi, ketika liburan kenaikan kelas 2 SMP, aku diberikan sebuah buku Islam tentang makna jilbab bagi wanita oleh kakakku. setelah membaca buku tersebut, entah mengapa obrolan dengan kakakku satu-satunya ini berbicara mengenai jilbab dan tanpa disadari salah seorang dari kami menyeletuk: "pake jilbab yuk". setelah itu, sampai sekarang Alhamdulillah kami berdua tetap istiqomah memakai jilbab.
banyak yang bertanya mengapa aku berjilbab dan kenapa tidak nanti saja sewaktu kerja atau berumah tangga nanti? pertanyaan itu menurutku lumrah, karena pada saat itu memang memakai jilbab dan kerudung sangat jarang dipakai oleh remaja duduk dibangku sekolah. yang aku pikirkan hanyalah: apakah esok hari aku masih hidup jika aku berkata "nanti"? kata "nanti" untuk melakukan perubahan ke arah lebih baik bagiku sangat disayangkan jika ditunda. ada penyesalan yang mendalam yang aku takutkan jika aku menunda untuk berjilbab dan berkerudung. apa yang dapat aku katakan nanti diliang lahat jika aku belum berjilbab dan berkerudung di dunia?
sampai saat ini jilbab dan kerudungku masih jauh dari kata sempurna, tetapi jika tidak kita coba dari sekarang, mau kapan lagi? akankah kita mengetahui sampai umur berapa kita hidup? :)
jilbab yang dimaksud di Islam adalah pakaian longgar yang menutupi tubuh. itu berarti tidak ketat, tidak yang "nyeplak" anggota tubuh. sedangkan kerudung yang dimaksud adalah yang menutupi kepala, leher, dan dada. ah ya aku lupa mencantumkan bahwa dalam hadits dilarang yang menyerupai punuk unta, itu berarti bagi wanita yang memiliki rambut panjang dan ketika memakai kerudung diharuskan menguncir atau mengepang rambutnya di bawah leher agar tidak menyerupai punuk unta.
“Ada dua golongan penghuni neraka yang belum aku melihat keduanya, kaum yang membawa cemeti seperti ekor sapi untuk mencambuk manusia [maksudnya penguasa yang dzalim dan perempuan-perempuan yang berpakaian tapi telanjang, cenderung kepada kemaksiatan dan membuat orang lain juga cenderung kepada kemaksiatan. Kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta yang berlenggak-lenggok. Mereka tidak masuk surga dan tidak mencium bau wanginya. Padahal bau wangi surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian waktu [jarak jauh sekali]”.(HR. Muslim dan yang lain).
perintah diwajibkannya menutup aurat bagi wanita tercantum dalam hadits dan Al Qur'an, berikut seperti yang aku kutip dari: http://www.eramuslim.com/akhwat/muslimah/ayo-tutup-aurat.htm
Dari Khalid bin Duraik: ‘’Aisyah RA, berkata: ‘’Suatu hari, asma binti abu bakar menemui Rasulullah SAW dengan menggunakan pakaian tipis, beliau berpaling darinya dan berkata: ‘’wahai asma’’ jika perempuan sudah mengalami haid, tidak boleh ada anggota tubuhnya yang terlihat kecuali ini dan ini, sambil menunjuk ke wajah dan kedua telapak tangan.’’ (HR. Abu Daud).
Allah SWT dalam Al Qur’an Surat an-Nur ayat 31 telah berfirman, yang artinya:
“ Dan katakanlah kepada wanita yang beriman:” Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya…”
Adapaun seruan untuk mengenakan jilbab atau hijab terdapat pula dalam firman Allah SWT surat Al Ahzab ayat 59 (yang artinya):
“ Hai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mu’min, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
demikianlah, bagiku tidak ada sama sekali kekurangan maupun kejelakkan dari seorang wanita memakai jilbab dan kerudung. dengan berjilbab dan berkerudung, aku dikenali sebagai muslimah, yang tentunya ketika dijalan, lelaki-lelaki iseng menggodaiku bukan dengan cara tidak sopan, tetapi dengan menyebut: Assalamu'alaikum. Assalamu'alaikum sendiri merupakan sebuah ucapan salam yang bermakna doa :). ya, aku merasa diriku aman dengan berjilbab dan berkerudung. aku juga merasa seakan ada yang menahanku ketika aku berpikiran jelek atau berkeinginan untuk melakukan hal-hal yang negatif, seperti ada yang mengingatkanku: "inget wit, malu dengan jilbab".
berjilbab dan berkerudung susah mendapatkan pekerjaan? ah menurutku itu pemikiran yang salah, yang mengatur rezeki dan segalanya adalah Allah SWT, buat apa takut? aku yakin, Allah sudah merencanakan segala sesuatunya untuk hamba-Nya. jika tidak diterima dipekerjaan ini, pasti akan diterima dipekerjaan yang lain. atau ada pernyataan lain seperti:
"pake jilbab mah bikin gerah, rambut lepek". justru dengan berjilbab dan berkerudung itu melindungi tubuh wanita dari ultraviolet. wanita pada dasarnya memiliki kulit yang lebih tipis dibanding lelaki, maka dari itu tidak salah jika setiap wanita menutup auratnya. dapat dilihat pada link berikut: http://www.seputarduniawanita.com/2013/07/manfaat-berjilbab-bagi-kesehatan-dan.html
Allah tentu memberikan hikmah dan manfaat dari setiap hukum yang dibuat-Nya. menurutku, sudah wajib begi setiap wanita muslim untuk menutup auratnya, terlebih lagi menutup aurat sesuai dengan syariat Islam. lalu bagaimana dengan yang masih belum sesuai dengan Islam? perlahan-lahan saja, aku yakin Allah selalu membimbing dan mengetahui seperti apa hamba-Nya dibanding hamba-Nya sendiri. menurutku, niat dan kemauan serta usaha yang dilakukan untuk menaati apa yang Allah perintahkan dan menjauhi apa yang Allah larang merupakan perbuatan yang mendatangkan ketenangan dan keberkahan. tidak ada salahnya untuk melakukan hal-hal tersebut. jika tidak mulai dari sekarang, lalu kapan lagi? tidak ada yang tahu umur manusia sampai kapan, wa Allah A'lam :)
Senin, 14 April 2014
hi, we meet again :D
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, halo teman2 blogger semua, apa kabar? lama sekali rasanya aku udah engga ngepost diblog ini ya. kalo diliat2, sekitar kurang lebih 3 tahun lamanya. hehe... mulai ngeblog waktu awal kuliah, tau2 sekarang lagi nyusun skripsi :D :D :D seneng banget, walaupun pusing sewaktu ngerjain skripsi otak diputer2 tau2nya mentok disitu2 aja. 3 tahun kebelakang ini, aku udah lumayan makan asam garam dunia mahasiswa, dari coba2 ikutan organisasi pers kampus sampai sekarang nyangkut di radio kampus. waktu awal kuliah emang lg getol2nya ikut apa aja, sampai2 nyerah sama fisik dan harus milih salah satu. engga kuat di pers kampus, berlabuhlah ke radio kampus. soalnya, pers kampus lebih keras dunianya dibanding radio, dan ketika itu aku engga sanggup hehehe. lebih jelasnya mungkin lain kali aku mau nulis tentang kehidupanku diperkuliahan, terutama saat bergabung diradio kampus. mulai saat ini, aku bakal Insyaallah pas ada waktu buat nulis, aku akan nulis diblog. sekian dan terima kasih, wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh :D :D :D
Sabtu, 14 Mei 2011
Inilah Cara Jepang Mengharamkan Rokok

Berikut adalah informasi jitu tentang cara Pemerintah Jepang dalam “mengharamkan” rokok di negaranya. Tidak perlu pake MUJ (Majelis Ulama Jepang). Ini menunjukkan bentuk kepedulian Jepang akan kesehatan dan kenyamanan warganya.
Tahun 2004, Pemerintah Jepang menaikan harga rokok. Dengan dinaikannya rokok, tidak menyebabkan ongkos angkot, taksi, dll menjadi naik toh? (Di Jepang ada angkot ga ya?)
Tahun 2007 akhir, Pemerintah Jepang memasang larangan merokok di semua taksi di Jepang, tidak terkecuali untuk pengemudinya. Biasanya kalau disini, penumpang mengalah kepada sopir taksi yang merokok.
Tahun 2008, Pemerintah Jepang mengeluarkan kartu “Taspo”, yaitu semacam SIK (Surat Ijin Merokok), dengan tujuan anak di bawah umur 20 tahun tidak boleh merokok. Masing-masing perokok wajib terdaftar sebagai perokok dan wajib memiliki kartu tersebut. Kartu Taspo ini sangat sakti. Mesin penjual rokok atau toko tidak akan menjual rokoknya kepada yang tidak memiliki kartu ini.
Kartu ini juga akan mendeteksi presentase pengguaan rokok per bulan dalam hitungan grafik, yang berhubungan dengan kesehatan dunia dan sebagainya.
Rokok di Jepang dibuatkan semacam klasifikasi dari 10 s/d 1. Tujuannya adalah memberikan penyuluhan kepada perokok untuk berhenti secara alami. Klasifikasi tingkat 10 adalah yang paling berat, baik itu kadar tar, nikotin, dll. Setelah itu kia biasakan dengan rokok klasifikasi 9, 8, 7, dst., akhirnya klasifikasi tingkat-1, yaitu rokok yang paling ringan. Kalau sudah terbiasa menghisap rokok klasifikasi-1, tidak merokok sama sekali pun kita bisa.
Tempat-tempat merokok disediakan bagi perokok hampir di pusat-pusat kota
Merokok sambil berjalan bisa didenda 5000 yen/ 400 ribu di tempat!
Awal 2009, dikabarkan harga rokok akan naik berlipat-lipat, dari 300 yen menjadi 900 yen. Dijamin, gaji akan habis kalau nekad beli rokok tiap hari.
Semua karena pemerintah peduli kepada warganya dan semoga Indonesia kelak bisa menerapkan hal ini.
Sumber: http://asianfansclub.wordpress.com/2011/05/14/unik-inilah-cara-jepang-mengharamkan-rokok/#more-84768
Jumat, 06 Mei 2011
ayat-ayat Al Qur’an tentang akhlak kepada sesama manusia
Akhlak Kepada Kedua Orang Tua
- Al Israa’ : 23-24
- وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا (23)
وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
Artinya: “Dan Tuhanmu menetapkan bahwa janganlah kamu menyembah melainkan kepadaNya, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak. Jika sampai salah seorang mereka itu atau keduanya telah tua dalam pemeliharaanmu (berusia lanjut), maka janganlah engkau katakan kepada keduanya “ah”, dan janganlah engkau bentak keduanya, dan berkatalah kepada keduanya perkataan yang mulia.” (23) “Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang, dan ucapkanlah, “Hai Tuhanku, kasihanilah keduanya, sebagaimana mereka telah memeliharaku waktu kecil”. (24)
Uraian: Sebagai makhluk yang diciptakan oleh Allah, kita diharuskan untuk menyembah hanya kepadaNya. Kita dilarang berbuat yang tidak baik kepada orang tua, bahkan untuk berkata “ah” saja kita dilarang. Saat orang tua kita sudah berusia lanjut, mereka membutuhkan kita (sebagai anak) untuk merawat mereka dengan penuh kasih sayang seperti mereka saat merawat kita dari kecil hingga sekarang. Diwajibkan bagi kita untuk berdoa kepada Allah SWT dan meminta kepadaNya untuk kebahagian mereka di dunia maupun di akhirat.
- Al Ahqaaf : 15
- وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا حَتَّى إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
Artinya: “Dan Kami telah perintahkan manusia untuk berbuat baik kepada ibu-bapaknya. Ibunya telah mengandungnya dengan kepayahan dan melahirkannya dengan kepayahan (pula). Dia mengandungnya sampai masa menyapihnya tiga puluh bulan, sehingga apabila anak itu mencapai dewasa dan mencapai usia empat puluh tahun, dia berkata, “Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk supaya aku mensyukuri nikmatMu yang Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat mengerjakan amal saleh yang Engkau meridhainya, dan berilah kebaikan kepadaku (juga) pada keturunanku. Sesungguhnya aku taubat kepada-Mu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri (muslim)”.
Uraian: Ayat ini menyuruh kita untuk berbuat baik kepada orang tua, karena suatu hari nanti kita pun akan menjadi orang tua yang mana akan memiliki keturunan, maka hendaknya kita bertaubat dan mensyukuri atas apa yang dianugerahkan Allah SWT pada kita dan selalu mengerjakan amal sholeh seperti yang telah di perintahkan Allah SWT. Serta tak lupa juga kita berdoa kepada-Nya, agar kita dan keturunan-keturunan kita selalu diberi kebaikan oleh Allah.
Akhlak Kepada Sesama Manusia
- Adh Dhuhaa : 9-11
- (9) فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ
- وَأَمَّا السَّائِلَ فَلَا تَنْهَرْ (10)
- وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ (11)
Artinya: “Maka ada pun terhadap anak yatim, maka janganlah engkau hinakan.” (9) “Dan terhadap orang yang minta (bertanya) maka janganlah engkau hardik.” (10) “Dan dapun nikmat Tuhanmu, maka beritakanlah.” (11)
Uraian: Kita sebagai sesama manusia janganlah saling menghina dan mengolok-olok karena kita semua adalah ciptaan Allah SWT dan bila kita mendapat suatu nikmat dari Allah, hendaknya kita berbagi kepada yang lain.
- Al Balad : 12-16
- وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْعَقَبَةُ (12)
- فَكُّ رَقَبَةٍ (13)
- أَوْ إِطْعَامٌ فِي يَوْمٍ ذِي مَسْغَبَةٍ (14)
- يَتِيمًا ذَا مَقْرَبَةٍ (15)
- أَوْ مِسْكِينًا ذَا مَتْرَبَةٍ (16)
Artinya: “Dan tahukah engkau apa jalan yang mendaki itu?” (12) “Melepaskan perbudakan.” (13) “atau memberi makan pada hari kelaparan” (14) “terhadap anak yatim yang sekerabat” (15) “atau orang miskin yang kepayahan.” (16)
Uraikan: Maksud dari ayat tersebut menjelaskan bahwa jalan mendaki adalah jalan yang merajuk pada perbuatan yang baik atau terpuji, atau dijalan yang baik dijalan Allah. Perbuatan konsep “mendaki” dalam ayat ini membebaskan perbudakan (hamba sahaya), memberi makan pada hari kelaparan (dimana seseorang atau suatu kaum tengah kekurangan dalam segi pangan dalam waktu yang singkat atau panjang), terhadap anak yatim yang sekerabat (mengasuh/memelihara anak yatim dan tidak menghardiknya, serta merawat mereka dengan penuh keikhlasan didasari pada ridha illahi), atau orang miskin yang kepayahan (memberi bantuan pada orang yang tidak mampu dalam segi finansial). Bisa ditarik kesimpulan mendaki disini adalah sesuatu yang membantu dalam jalur kebaikan yang merangkul orang-orang yang dalam belenggu kesusahan.
- Al Insaan : 8-11
- وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَى حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا
- إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنْكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا
- إِنَّا نَخَافُ مِنْ رَبِّنَا يَوْمًا عَبُوسًا قَمْطَرِيرًا
فَوَقَاهُمُ اللَّهُ شَرَّ ذَلِكَ الْيَوْمِ وَلَقَّاهُمْ نَضْرَةً وَسُرُورًا
Artinya: “Mereka (di dunia) memberi makan yang dikasihinya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang-orang tawanan.” (8) “(Mereka berkata), “Hanyasanya kami memberi makan kepada kamu karena mengharap keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dan tidak (pula) terima kasih dari kamu.” (9) “Sesungguhnya kami takut kepada Tuhan kami pada hari yang sangat bermasam muka.”” (10) “Maka Allah melindungi mereka (orang-orang mukmin) dari kesusahan di hari itu dan memberikan kepada mereka kesegaran dan kegembiraan.” (11)
Uraian: Dalam ayat ini telah dijelaskan bahwa dalam memberikan pertolongan terhadap orang dalam kesulitan harus didasari ridha Allah SWT dan tidak menharapkan balasan orang lain atau ria terhadap apa yang telah kita perbuat hanya untuk menarik simpati khalayak. Kita harus takut akan Allah memberikan balasannya dihari akhir bagi orang-orang yang ria terhadap perbuatannya. Sesungguhnya Allah akan memberikan suatu kemudahan bagi orang-orang mukmin dijalan kebaikan.
Akhlak Bertetangga
- An Nisaa’ : 36-37
- وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا (36)
- الَّذِينَ يَبْخَلُونَ وَيَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبُخْلِ وَيَكْتُمُونَ مَا آَتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا مُهِينًا (37)
Artinya: “Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan berbuat baiklah untuk ibu bapak, kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, orang-orang yang sedang dalam perjalanan dan budak-budak kamu. Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang sombong lagi membangga-banggakan diri.” (36) “(yaitu) orang-orang yang kikir dan menyuruh orang lain berlaku kikir, dan menyembunyikan apa yang diberikan Allah kepadanya dari karunia-Nya. Dan kami menyediakan bagi orang-orang kafir azab yang menghinakan.” (37)
Uraikan: Kita dilarang mempersekutukan Allah terhadap apapun, Tuhan hanya satu yaitu Allah. Sebagai makhluk sosial yang diciptakan Allah, hendaknya kita menjalin tali silahturahmi dengan baik kepada keluarga, teman, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga, musafir dan budak-budak. Saat bersosialisasi itu kita tidak boleh ria terhadap mereka karena apa yang kita dapat semua itu dari datangnya dari Allah SWT dan Allah telah menyiapkan azab bagi orang-orang kafir yang mempunyai kelakuan bertolak belakang dengan itu.
- Al Israa’ : 23-24
- وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا (23)
وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
Artinya: “Dan Tuhanmu menetapkan bahwa janganlah kamu menyembah melainkan kepadaNya, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak. Jika sampai salah seorang mereka itu atau keduanya telah tua dalam pemeliharaanmu (berusia lanjut), maka janganlah engkau katakan kepada keduanya “ah”, dan janganlah engkau bentak keduanya, dan berkatalah kepada keduanya perkataan yang mulia.” (23) “Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang, dan ucapkanlah, “Hai Tuhanku, kasihanilah keduanya, sebagaimana mereka telah memeliharaku waktu kecil”. (24)
Uraian: Sebagai makhluk yang diciptakan oleh Allah, kita diharuskan untuk menyembah hanya kepadaNya. Kita dilarang berbuat yang tidak baik kepada orang tua, bahkan untuk berkata “ah” saja kita dilarang. Saat orang tua kita sudah berusia lanjut, mereka membutuhkan kita (sebagai anak) untuk merawat mereka dengan penuh kasih sayang seperti mereka saat merawat kita dari kecil hingga sekarang. Diwajibkan bagi kita untuk berdoa kepada Allah SWT dan meminta kepadaNya untuk kebahagian mereka di dunia maupun di akhirat.
- Al Ahqaaf : 15
- وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا حَتَّى إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
Artinya: “Dan Kami telah perintahkan manusia untuk berbuat baik kepada ibu-bapaknya. Ibunya telah mengandungnya dengan kepayahan dan melahirkannya dengan kepayahan (pula). Dia mengandungnya sampai masa menyapihnya tiga puluh bulan, sehingga apabila anak itu mencapai dewasa dan mencapai usia empat puluh tahun, dia berkata, “Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk supaya aku mensyukuri nikmatMu yang Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat mengerjakan amal saleh yang Engkau meridhainya, dan berilah kebaikan kepadaku (juga) pada keturunanku. Sesungguhnya aku taubat kepada-Mu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri (muslim)”.
Uraian: Ayat ini menyuruh kita untuk berbuat baik kepada orang tua, karena suatu hari nanti kita pun akan menjadi orang tua yang mana akan memiliki keturunan, maka hendaknya kita bertaubat dan mensyukuri atas apa yang dianugerahkan Allah SWT pada kita dan selalu mengerjakan amal sholeh seperti yang telah di perintahkan Allah SWT. Serta tak lupa juga kita berdoa kepada-Nya, agar kita dan keturunan-keturunan kita selalu diberi kebaikan oleh Allah.
Akhlak Kepada Sesama Manusia
- Adh Dhuhaa : 9-11
- (9) فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ
- وَأَمَّا السَّائِلَ فَلَا تَنْهَرْ (10)
- وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ (11)
Artinya: “Maka ada pun terhadap anak yatim, maka janganlah engkau hinakan.” (9) “Dan terhadap orang yang minta (bertanya) maka janganlah engkau hardik.” (10) “Dan dapun nikmat Tuhanmu, maka beritakanlah.” (11)
Uraian: Kita sebagai sesama manusia janganlah saling menghina dan mengolok-olok karena kita semua adalah ciptaan Allah SWT dan bila kita mendapat suatu nikmat dari Allah, hendaknya kita berbagi kepada yang lain.
- Al Balad : 12-16
- وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْعَقَبَةُ (12)
- فَكُّ رَقَبَةٍ (13)
- أَوْ إِطْعَامٌ فِي يَوْمٍ ذِي مَسْغَبَةٍ (14)
- يَتِيمًا ذَا مَقْرَبَةٍ (15)
- أَوْ مِسْكِينًا ذَا مَتْرَبَةٍ (16)
Artinya: “Dan tahukah engkau apa jalan yang mendaki itu?” (12) “Melepaskan perbudakan.” (13) “atau memberi makan pada hari kelaparan” (14) “terhadap anak yatim yang sekerabat” (15) “atau orang miskin yang kepayahan.” (16)
Uraikan: Maksud dari ayat tersebut menjelaskan bahwa jalan mendaki adalah jalan yang merajuk pada perbuatan yang baik atau terpuji, atau dijalan yang baik dijalan Allah. Perbuatan konsep “mendaki” dalam ayat ini membebaskan perbudakan (hamba sahaya), memberi makan pada hari kelaparan (dimana seseorang atau suatu kaum tengah kekurangan dalam segi pangan dalam waktu yang singkat atau panjang), terhadap anak yatim yang sekerabat (mengasuh/memelihara anak yatim dan tidak menghardiknya, serta merawat mereka dengan penuh keikhlasan didasari pada ridha illahi), atau orang miskin yang kepayahan (memberi bantuan pada orang yang tidak mampu dalam segi finansial). Bisa ditarik kesimpulan mendaki disini adalah sesuatu yang membantu dalam jalur kebaikan yang merangkul orang-orang yang dalam belenggu kesusahan.
- Al Insaan : 8-11
- وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَى حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا
- إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنْكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا
- إِنَّا نَخَافُ مِنْ رَبِّنَا يَوْمًا عَبُوسًا قَمْطَرِيرًا
فَوَقَاهُمُ اللَّهُ شَرَّ ذَلِكَ الْيَوْمِ وَلَقَّاهُمْ نَضْرَةً وَسُرُورًا
Artinya: “Mereka (di dunia) memberi makan yang dikasihinya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang-orang tawanan.” (8) “(Mereka berkata), “Hanyasanya kami memberi makan kepada kamu karena mengharap keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dan tidak (pula) terima kasih dari kamu.” (9) “Sesungguhnya kami takut kepada Tuhan kami pada hari yang sangat bermasam muka.”” (10) “Maka Allah melindungi mereka (orang-orang mukmin) dari kesusahan di hari itu dan memberikan kepada mereka kesegaran dan kegembiraan.” (11)
Uraian: Dalam ayat ini telah dijelaskan bahwa dalam memberikan pertolongan terhadap orang dalam kesulitan harus didasari ridha Allah SWT dan tidak menharapkan balasan orang lain atau ria terhadap apa yang telah kita perbuat hanya untuk menarik simpati khalayak. Kita harus takut akan Allah memberikan balasannya dihari akhir bagi orang-orang yang ria terhadap perbuatannya. Sesungguhnya Allah akan memberikan suatu kemudahan bagi orang-orang mukmin dijalan kebaikan.
Akhlak Bertetangga
- An Nisaa’ : 36-37
- وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا (36)
- الَّذِينَ يَبْخَلُونَ وَيَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبُخْلِ وَيَكْتُمُونَ مَا آَتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا مُهِينًا (37)
Artinya: “Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan berbuat baiklah untuk ibu bapak, kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, orang-orang yang sedang dalam perjalanan dan budak-budak kamu. Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang sombong lagi membangga-banggakan diri.” (36) “(yaitu) orang-orang yang kikir dan menyuruh orang lain berlaku kikir, dan menyembunyikan apa yang diberikan Allah kepadanya dari karunia-Nya. Dan kami menyediakan bagi orang-orang kafir azab yang menghinakan.” (37)
Uraikan: Kita dilarang mempersekutukan Allah terhadap apapun, Tuhan hanya satu yaitu Allah. Sebagai makhluk sosial yang diciptakan Allah, hendaknya kita menjalin tali silahturahmi dengan baik kepada keluarga, teman, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga, musafir dan budak-budak. Saat bersosialisasi itu kita tidak boleh ria terhadap mereka karena apa yang kita dapat semua itu dari datangnya dari Allah SWT dan Allah telah menyiapkan azab bagi orang-orang kafir yang mempunyai kelakuan bertolak belakang dengan itu.
Mengenal Lebih Dekat Akhlak Islami

Akhlak tersebut ternyata adalah akhlak mahmudah tetapi berdasarkan ajaran islam, jadi tidak hanya berdasarkan pertimbangan akal budhi, nurani, dan kesepakatan ummat saja, melainkan berdasarkan juga Al-Qur’an dan Al Sunnah sebagai sumber utama ajaran islam.
Ketika diberi pertanyaan: Lebih luas mana jangkauannya, akhlak mahmudah atau akhlak islami? Secara umum saya berfikir bahwa akhlak mahmudahlah yang lebih luas karena berdasarkan akal budhi dan nurani, selain itu akal budhi dan nurani juga tidak mempunyai batasan terhadap apapun. Tetapi, setelah dibahas ternyata akhlak islamilah yang lebih luas jangkauannya karena akhlak tersebut bersifat illahiah, tidak terikat oleh ruang dan waktu tertentu, dibangun atas prinsip keseimbangan, menjadi kebutuhan fundamental manusia, dan akan membawa kemashlatan (kebaikan) yang universal. Yang disebutkan itu merupakan ciri-ciri akhlak islami.
Yang pertama yaitu akhlak islami mengandung unsur illahiah yaitu berasal dari Allah yang bersifat mengikat tetapi mengarahkan pada perbuatan yang diatur berdasarkan kaidah-kaidah islam. Itu semata-mata untuk menjaga umat islam dari segala perbuatan yang mengarah pada dosa besar, maka dari itulah Allah mengatur tata aturan akhlak manusia secara rinci dengan segala tetek bengeknya.
Kedua, akhlak islami tidak terikat oleh ruang dan waktu, maksudnya akhlak islami bisa digunakan atau diaplikasikan dimanapun kita berada. Walaupun dengan keterbatasan. Ketiga, akhlak islami yang berupa ajaran islam yang dibangun atas prinsip keseimbangan, mencakup segala yang berhubungan dengan kehidupan manusia baik bersifat sosial, rohani ataupun yang menyangkut kehidupan dunia dan akhirat. Prinsip keseimbangan yang telah disebutkan diatas mengatur dari seluruh aspek tadi, memberikan sebuah efek yang baik terhadap manusia khususnya umat islam .
Keempat yaitu menjadikan kebutuhan fundamental manusia, adalah menjadikan kebutuhan yang tak bisa dipisahkan dari kita yang umat islam. Dengan kita bertumpu pada akhlak islam, kehidupan kita diatur berdasarkan Al-qur’an dan Al-hadits. Sudah dipaparkan bahwa islam mengatur dari kehidupan awal yaitu saat kita lahir hingga kita kembali kepada sang pencipta yaitu Allah SWT. Dalam aktifitas keseharianpun akhlak islami dibutuhkan karena membentuk karakter, misalnya saat berniaga. Tanpa akhlak islami semua tidak berjalan baik, sikap jujur dalam berniaga tidak akan timbul. Oleh karena itu, semua yang diatur dengan akhlak islami adalah sebuah kebutuhan fundamental yang menjadi keharusan dan elemen penting.
Yang terakhir, akhlak islami akan membawa kebaikan, tentu saja yang dinamakan akhlak islami akan membawa kebaikan bagi manusia karena semua bersumber dari Allah. Tidak semata-mata Allah memberikan sebuah ilmu kalau tidak membawa kebaikan pada manusia. Dengan berpedoman pada ketentuan Allah dan akhlak islami dipastikan kehidupan dunia akhirat akan baik begitu pula dengan kehidupan sosialnya. Biasanya orang yang memegang teguh pada akhlak islami akan membawa kebaikan terhadap hubungannya dengan Allah SWT dan hubungan dengan manusia.
Langganan:
Postingan (Atom)