Selasa, 12 Mei 2015

Mari Bersyukur

27 Januari 2015,
Wisma Bougenvile, jalan Sulaiman, Slipi,
Jakarta Barat

-00.59 WIB-

tulisan ini dibuat tepat pukul 00.59 WIB saat penghuni kosan Wisma Bougenvile sudah terlelap, dan hanya sebagaian aku rasa yang masih membuka matanya.

malam ini tidak begitu dingin, tidak seperti malam-malam sebelumnya yang didera hujan cukup deras setiap hari, dari malam hingga malam lagi.

tulisan inipun dibuat, setelah aku menyelesaikan tugas kantor yang diberikan oleh senior. belum selesai memang, tapi aku cukupkan untuk menyudahinya karena laporan yang diberikan masih belum audited, membuat... yah masih bisa dimaklumi jika tidak diselesaikan.

hampir setiap pagi dari kosan ke kantor aku selalu berjalan kaki, cukup 15 menit waktu yang dibutuhkan. setiap harinya, aku seringkali bertemu di jalan dengan pria jangkung kurus yang selalu rapi seperti tampilan karyawan pada umumnya. pria ini tampan, iya tampan. ditunjang dengan postur yang tinggi dan kulit putih yang cukup jarang dimiliki oleh masyarakat indonesia.

awalnya aku tidak terlalu mempedulikan pria tersebut, namun lambat laun ada hal yang membuatku memperhatikannya.

jika ada yang mengatakan: "kesempurnaan hanya milik Tuhan"

maka, perkataan tersebut benar adanya.

pria ini memiliki kekurangan yang membuatku bersyukur dengan keadaanku. jika banyak orang-orang yang tidak puas dengan apa yang diberikan Tuhan, maka bersyukurlah. menurutku, apa yang telah Tuhan berikan kepada dirimu sudah yang paling sempurna untuk kalian.

pria ini memiliki kelainan pada bagian leher dan tangganya. dengan penampilan yang setiap harinya seperti karyawan, aku bahagia jika memang dia bekerja. aku bahagia dengan kantor yang berani untuk memperkerjakan dirinya, dengan lingkungan di kantornya yang semoga saja selalu baik dan tidak meremehkan dirinya.

pria ini membuatku bersyukur, dan menyadarkanku akan banyak hal tentang arti dari bersyukur.

namun, di dunia banyak manusia yang tidak puas dengan apa yang dimiliki. pemikiran seperti itu boleh saja mampir ke benak kalian asalkan sesaat.

teruntuk kalian yang tidak pernah puas dengan apa yang dipunya, teruntuk kalian yang selalu merasa tidak percaya diri dengan kekurangan yang dimiliki, percayalah bahwa masih banyak "orang-orang" di luar sana yang iri akan kelebihan, yang tidak sempat terpikirkan oleh kalian bahwa kelebihan setiap orang itu ada.

bersyukurlah dengan apa yang kalian miliki. bersyukurlah dengan apa yang kalian dapat.

-tulisan ini baru sempat terposting pada 12 Mei 2015 pukul 16.15 WIB di jalan Raya Kranggan, Bekasi Jawa Barat-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar