Selasa, 24 Juni 2014

dengan berjilbab dan berkerudung, apa yg kamu dapat? :)

obrolan suatu malam diaplikasi chatting bernama whatsapp (wa) dengan salah seorang sahabat membuatku berpikir sejenak. sebuah pernyataan dari dia membuat hatiku terketuk:

 "ntar kalo gue udah kerja dan kerjaan gue bagus, Insyaallah gue bakalan pake jilbab kok wit, tenang aja ya, doain :)" 
 "iya mbaknya pasti aku doain kok" 
 "soalnya gue ga mau nanggung pake jilbabnya, yg lepas pake lepas pake atau yg jilbabnya nanggung ga sesuai aturan dalam Islam. gue mau ketika gue berjilbab nanti ya jilbab gue bener-bener sesuai dengan jilbab yg diatur diagama." 

seketika itu juga hatiku terketuk dan terharu mendengar pernyataannya. berjilbab dengan sungguh-sungguh tanpa berjilbab yg mengikuti trend mode seperti sekarang ini yg sedang menjamur dimana-mana. ya, aku langsung memikirkan diriku sendiri. ah ya sebelumnya mohon maaf, aku lupa menjelaskan sedikit yg aku tau tentang jilbab dan kerudung. bagi sebagian orang, mungkin bingung dengan judul tulisan ini. masyarakat awam sepertiku mungkin mengenal jilbab dan kerudung itu sama, padahal memiliki definisi yg berbeda. seperti yg aku tau dari berbagai ceramah dan buku-buku Islam yg telah aku baca. pada definisi jilbab dan kerudung kali ini aku mengambil dari sebuah website agar mempermudah bagi yang membacanya: http://pedulijilbab.com/2013/03/beda-hijab-jilbab-khimar-kerudung/ 

dari penjelasan mengenai jilbab dan kerudung pada link tersebut, dapat dikatakan bahwa jilbab merupakan pakaian longgar yang menutupi seluruh tubuh perempuan dari atas sampai bawah (QS. Al Ahzab (33) ayat 59). Al Qurthuby mengatakan jilbab adalah pakaian yang menutupi seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. sedangkan kerudung adalah apa yang menutupi kepala, leher, dada, tanpa menutupi muka (Al-Baghdadiy: 1991). dari penjelasan tersebut dapat dipahami bahwa jilbab adalah pakaian longgar yang menutupi anggota tubuh sedangkan kerudung adalah kain yang menutupi kepala, leher dan dada. pakaian yang dipakai wanita berkerudung adalah jilbab, dan kain yg selama ini menutupi kepala sampai dada adalah kerudung. cukup jelas bukan? :) 

kembali mengenai topik pembicaraanku dengan sahabatku di atas. dahulu, aku berpikir bahwa akan memakai jilbab dan kerudung nanti saja setelah dewasa, paling tidak sewaktu kerja atau berumah tangga. pemikiranku saat itu sama dengan sahabatku ini. akan tetapi, ketika liburan kenaikan kelas 2 SMP, aku diberikan sebuah buku Islam tentang makna jilbab bagi wanita oleh kakakku. setelah membaca buku tersebut, entah mengapa obrolan dengan kakakku satu-satunya ini berbicara mengenai jilbab dan tanpa disadari salah seorang dari kami menyeletuk: "pake jilbab yuk". setelah itu, sampai sekarang Alhamdulillah kami berdua tetap istiqomah memakai jilbab. 

banyak yang bertanya mengapa aku berjilbab dan kenapa tidak nanti saja sewaktu kerja atau berumah tangga nanti? pertanyaan itu menurutku lumrah, karena pada saat itu memang memakai jilbab dan kerudung sangat jarang dipakai oleh remaja duduk dibangku sekolah. yang aku pikirkan hanyalah: apakah esok hari aku masih hidup jika aku berkata "nanti"? kata "nanti" untuk melakukan perubahan ke arah lebih baik bagiku sangat disayangkan jika ditunda. ada penyesalan yang mendalam yang aku takutkan jika aku menunda untuk berjilbab dan berkerudung. apa yang dapat aku katakan nanti diliang lahat jika aku belum berjilbab dan berkerudung di dunia? sampai saat ini jilbab dan kerudungku masih jauh dari kata sempurna, tetapi jika tidak kita coba dari sekarang, mau kapan lagi? akankah kita mengetahui sampai umur berapa kita hidup? :) 

jilbab yang dimaksud di Islam adalah pakaian longgar yang menutupi tubuh. itu berarti tidak ketat, tidak yang "nyeplak" anggota tubuh. sedangkan kerudung yang dimaksud adalah yang menutupi kepala, leher, dan dada. ah ya aku lupa mencantumkan bahwa dalam hadits dilarang yang menyerupai punuk unta, itu berarti bagi wanita yang memiliki rambut panjang dan ketika memakai kerudung diharuskan menguncir atau mengepang rambutnya di bawah leher agar tidak menyerupai punuk unta. 

“Ada dua golongan penghuni neraka yang belum aku melihat keduanya, kaum yang membawa cemeti seperti ekor sapi untuk mencambuk manusia [maksudnya penguasa yang dzalim dan perempuan-perempuan yang berpakaian tapi telanjang, cenderung kepada kemaksiatan dan membuat orang lain juga cenderung kepada kemaksiatan. Kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta yang berlenggak-lenggok. Mereka tidak masuk surga dan tidak mencium bau wanginya. Padahal bau wangi surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian waktu [jarak jauh sekali]”.(HR. Muslim dan yang lain).

perintah diwajibkannya menutup aurat bagi wanita tercantum dalam hadits dan Al Qur'an, berikut seperti yang aku kutip dari: http://www.eramuslim.com/akhwat/muslimah/ayo-tutup-aurat.htm

Dari Khalid bin Duraik: ‘’Aisyah RA, berkata: ‘’Suatu hari, asma binti abu bakar menemui Rasulullah SAW dengan menggunakan pakaian tipis, beliau berpaling darinya dan berkata: ‘’wahai asma’’ jika perempuan sudah mengalami haid, tidak boleh ada anggota tubuhnya yang terlihat kecuali ini dan ini, sambil menunjuk ke wajah dan kedua telapak tangan.’’ (HR. Abu Daud). 

Allah SWT dalam Al Qur’an Surat an-Nur ayat 31 telah berfirman, yang artinya: “ Dan katakanlah kepada wanita yang beriman:” Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya…”

Adapaun seruan untuk mengenakan jilbab atau hijab terdapat pula dalam firman Allah SWT surat Al Ahzab ayat 59 (yang artinya): “ Hai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mu’min, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” 

demikianlah, bagiku tidak ada sama sekali kekurangan maupun kejelakkan dari seorang wanita memakai jilbab dan kerudung. dengan berjilbab dan berkerudung, aku dikenali sebagai muslimah, yang tentunya ketika dijalan, lelaki-lelaki iseng menggodaiku bukan dengan cara tidak sopan, tetapi dengan menyebut: Assalamu'alaikum. Assalamu'alaikum sendiri merupakan sebuah ucapan salam yang bermakna doa :). ya, aku merasa diriku aman dengan berjilbab dan berkerudung. aku juga merasa seakan ada yang menahanku ketika aku berpikiran jelek atau berkeinginan untuk melakukan hal-hal yang negatif, seperti ada yang mengingatkanku: "inget wit, malu dengan jilbab". 

berjilbab dan berkerudung susah mendapatkan pekerjaan? ah menurutku itu pemikiran yang salah, yang mengatur rezeki dan segalanya adalah Allah SWT, buat apa takut? aku yakin, Allah sudah merencanakan segala sesuatunya untuk hamba-Nya. jika tidak diterima dipekerjaan ini, pasti akan diterima dipekerjaan yang lain. atau ada pernyataan lain seperti: "pake jilbab mah bikin gerah, rambut lepek". justru dengan berjilbab dan berkerudung itu melindungi tubuh wanita dari ultraviolet. wanita pada dasarnya memiliki kulit yang lebih tipis dibanding lelaki, maka dari itu tidak salah jika setiap wanita menutup auratnya. dapat dilihat pada link berikut: http://www.seputarduniawanita.com/2013/07/manfaat-berjilbab-bagi-kesehatan-dan.html

Allah tentu memberikan hikmah dan manfaat dari setiap hukum yang dibuat-Nya. menurutku, sudah wajib begi setiap wanita muslim untuk menutup auratnya, terlebih lagi menutup aurat sesuai dengan syariat Islam. lalu bagaimana dengan yang masih belum sesuai dengan Islam? perlahan-lahan saja, aku yakin Allah selalu membimbing dan mengetahui seperti apa hamba-Nya dibanding hamba-Nya sendiri. menurutku, niat dan kemauan serta usaha yang dilakukan untuk menaati apa yang Allah perintahkan dan menjauhi apa yang Allah larang merupakan perbuatan yang mendatangkan ketenangan dan keberkahan. tidak ada salahnya untuk melakukan hal-hal tersebut. jika tidak mulai dari sekarang, lalu kapan lagi? tidak ada yang tahu umur manusia sampai kapan, wa Allah A'lam :)

1 komentar:

  1. tetaplah beristiqomah sobat.. sampaikan kabar gembira ini untuk sesama, semoga kita tida dibangkitkan dalam keadaan summun bukmun umyun faahum .... amiin ya rabbal 'alamin..... 2a3f596e.. salam persahabatan

    BalasHapus